Serang – Dalam rangka memperkuat sinergi antara Polri dan dunia usaha dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus mewujudkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing, Polda Banten melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Gyokai Indonesia Kompeten terkait penyaluran peserta Program Poliran (Polisi Peduli Pengangguran) Polda Banten.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di PT LPK Gyokai Indonesia Kompeten, Jalan Pesona Wibawa Praja, Jeungjing, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/09). Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolda Banten Irjen Pol Hengki, Sekda Provinsi Banten Deden Apriandi, pimpinan PT Gyokai Indonesia Tbk CEO Teguh Imam Pamudi, para PJU Polda Banten, Forkopimda Kabupaten Tangerang, serta para pimpinan dan perwakilan perusahaan.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran merupakan tantangan yang perlu dihadapi secara bersama karena tidak hanya berdampak terhadap kondisi ekonomi, tetapi juga memiliki keterkaitan dengan persoalan sosial dan kamtibmas.
“Pengangguran masih menjadi tantangan yang harus kita hadapi bersama. Masih banyak anak-anak muda yang memiliki semangat dan potensi, namun belum memperoleh keterampilan maupun akses yang memadai menuju dunia kerja,” ujar Kapolda Banten.
Kapolda menjelaskan, kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Polda Banten menghadirkan Program Poliran sebagai bentuk kepedulian Polri terhadap persoalan sosial yang dirasakan masyarakat. Menurutnya, menjaga keamanan tidak hanya dilakukan ketika gangguan kamtibmas terjadi, tetapi juga melalui upaya pencegahan dengan menyentuh persoalan sosial yang berpotensi menjadi sumber kerawanan.
“Melalui Poliran kami ingin membuka jalan bagi anak-anak muda Banten agar memiliki keterampilan, karakter serta kesempatan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri,” katanya.
Kapolda mengungkapkan, hingga saat ini Program Poliran yang dikoordinasikan Ditbinmas Polda Banten telah melaksanakan enam gelombang pelatihan dan pembinaan dengan jumlah 567 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 175 orang telah disalurkan untuk bekerja di perusahaan atau mengembangkan usaha secara mandiri.
Ia menjelaskan, Program Poliran dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni merekrut, melatih dan menyalurkan. Proses perekrutan dilakukan melalui Bhabinkamtibmas yang tersebar di enam Polres untuk menjangkau masyarakat, khususnya anak muda yang belum bekerja namun memiliki semangat dan kemauan untuk berkembang.
“Peserta dibekali keterampilan sesuai kebutuhan industri, termasuk keterampilan mengelas, bercocok tanam, beternak hingga pengelolaan bank sampah. Kita ingin mempersiapkan bukan sekadar sumber daya manusia yang bisa bekerja, tetapi mereka yang siap bekerja, berkarakter, disiplin dan berakhlak,” ungkapnya.
Kapolda menegaskan, tahap penyaluran menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program agar peserta yang telah mendapatkan pelatihan tidak kembali mengalami kesulitan dalam mencari pekerjaan. Untuk itu, Polda Banten terus membangun kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri.
“Alhamdulillah, pada hari ini kita memiliki Gyokai Indonesia Kompeten sebagai mitra strategis yang akan menjadi jembatan dalam menyalurkan alumni Poliran kepada industri dan perusahaan dalam jejaring kerja samanya maupun menuju kewirausahaan,” jelasnya.
Kapolda juga mengapresiasi PT Gyokai Indonesia Kompeten serta seluruh perusahaan yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen dalam mendukung Program Poliran. Ia berharap semakin banyak perusahaan yang terlibat sehingga semakin luas kesempatan kerja yang dapat diberikan kepada generasi muda di Provinsi Banten.
“Saya berharap penandatanganan kerja sama ini tidak terhenti pada dokumen yang kita tanda tangani. Yang terpenting adalah apa yang kita lakukan setelahnya. Berapa banyak anak muda yang dapat kita siapkan, berapa banyak kesempatan kerja yang dapat kita buka, dan berapa banyak keluarga yang kehidupannya dapat kita bantu menjadi lebih baik,” tegasnya.
Kapolda berharap sinergi Polda Banten dengan dunia usaha dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi pengangguran sekaligus melahirkan SDM Banten yang unggul, produktif, berkarakter dan memiliki daya saing.
“Semoga kerja sama ini memberikan manfaat nyata dalam mengurangi tingkat pengangguran, sekaligus melahirkan sumber daya manusia Banten yang unggul, produktif, berkarakter dan berdaya saing,” tutupnya.

