-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Ditpolairud Polda Banten Imbau Warga Tenang Hadapi Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Jadikan Informasi dari Sumber Resmi

Senin, September 07, 2026 | September 07, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-07T04:29:46Z
Ditpolairud Polda Banten Imbau Warga Tenang Hadapi Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau dan Jadikan Informasi dari Sumber Resmi


Serang, preessroom.co.id – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten mengimbau masyarakat, khususnya warga di wilayah pesisir dan para nelayan di Banten, untuk tetap tenang namun selalu meningkatkan kewaspadaan menyikapi adanya peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang hingga saat ini masih berada pada Level III (Siaga).


Berdasarkan laporan aktivitas Gunungapi Anak Krakatau dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), periode pengamatan 6 September 2026 pukul 06.00–12.00 WIB, tercatat aktivitas kegempaan berupa 1 kali letusan, 4 kali hembusan, 15 kali gempa low frequency, dan 7 kali gempa hybrid/fase banyak.


Selain itu, tremor menerus (microtremor) juga masih terekam dengan amplitudo 6–45 mm, dominan 10 mm. Secara visual, gunung tertutup kabut dengan tingkat 0–III dan asap kawah tidak teramati. Kondisi ombak laut dilaporkan tenang.


Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto., S.IK., MH., WL mengatakan, Polri bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) dan mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak panik serta menjadikan informasi resmi sebagai rujukan utama perkembangan situasinya.


“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Ikuti informasi dan arahan dari instansi resmi, khususnya Badan Geologi, PVMBG, BPBD dan pemerintah daerah,” ujar Kombes Pol Eko, (07/09).


"Adanya dampak gempa vulkanik kepada personil Polri khususnya personil Dirpolairud Polda Banten untuk siap siaga membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan kehadiran Polri," jelasnya.


"Adapun untuk bantuan yang diberikan mulai dari masker, dampak Ispa perlu rujukan kepada RS, air bersih maupun lainnya yang diperlukan termasuk evakuasi dan pengungsian bila diperlukan oleh masyarakat terdampak," terang Dirpolairud Polda Banten.


Lanjut Dirpolairud Polda Banten, langkah yang dilakukan adanya kejadian ini dengan melakukan sosialisasi himbauan dari BMKG atau PVMBG terkait dampak erupsi terutama abu vulkanik. Serta melakukan upaya upaya untuk tetap memantau perkembangan aktivitas erupsi GAK dengan seluruh stakeholder kesiapsiagaan bencana Provinsi Banten melalui Karoops.


"Selain itu personil Dirpolairud Polda Banten juga melaksanakan patroli guna memberikan himbauan kepada masyarakat di pesisir pantai untuk selalu tetap tenang dan siaga waspada, mensosialisasikan selalu menggunakan masker juga terkait dampak bahaya abu vulkanik," terang Dirpolairud Kombes Pol Eko.


"Kewaspadaan tetap diperlukan mengingat Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan maupun pengunjung diminta mematuhi rekomendasi keselamatan yang telah ditetapkan oleh otoritas kebencanaan," tegas Kombes Pol Eko.


“Tetap tenang bukan berarti mengabaikan kewaspadaan. Kami mengajak kepada masyarakat tetap beraktivitas secara normal dengan memperhatikan perkembangan situasi dan ketentuan keselamatan. Jangan mendekati atau melakukan aktivitas di wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif,” harapnya.


Polri bersama BPBD dan seluruh stakeholder terkait akan terus memonitor perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau serta memastikan langkah-langkah pengamanan dan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik.


"Kami juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi kemungkinan dampak abu vulkanik. Abu vulkanik memiliki sifat tajam dan abrasif sehingga dapat mengganggu kesehatan pernapasan serta berpotensi merusak permukaan benda apabila dibersihkan dengan cara yang tidak tepat," tututnya.


“Apabila terdapat abu vulkanik di sekitar rumah, kendaraan maupun lingkungan, gunakan alat pelindung diri seperti masker dan lindungi mata. Masyarakat juga diimbau tidak menggunakan blower atau menyapu dengan cara yang menyebabkan abu kembali beterbangan. Untuk membersihkan halaman, jalan maupun genteng, abu sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu menggunakan sapu atau sekop dengan cara yang tidak membuat debu beterbangan, kemudian dimasukkan ke dalam karung," imbuhnya.


Untuk bagian dalam rumah, masyarakat dapat menutup rapat pintu dan jendela, serta membersihkan abu menggunakan vacuum cleaner apabila tersedia atau lap basah agar abu tidak kembali beterbangan. Peralatan elektronik dan mesin yang terkena abu juga sebaiknya dimatikan, ditutup dan dibersihkan secara hati-hati.


“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang, waspada dan saling menjaga. Gunakan alat pelindung diri ketika membersihkan abu vulkanik, jangan melakukan aktivitas di zona yang dilarang, dan selalu mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi serta segera mengikuti arahan petugas apabila terdapat perubahan kondisi maupun rekomendasi kebencanaan,” tutupnya.

×
Berita Terbaru Update