Cilegon – Musim kemarau yang menyebabkan sebagian masyarakat kesulitan mendapatkan air bersih mendapat perhatian dari Polsek Bojonegara Polres Cilegon. Sebanyak 24 ribu liter air bersih disalurkan kepada warga di tiga desa di Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang pada Jumat, (7/8/2026).
Tak hanya mendistribusikan air bersih, Polsek Bojonegara juga menyerahkan masing-masing satu unit kempu atau tandon air berkapasitas 1.000 liter kepada Desa Pengarengan, Desa Pakuncen, dan Desa Mekarjaya. Bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penampungan air sekaligus membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air selama musim kemarau.
Kegiatan dipimpin langsung Kapolsek Bojonegara IPTU Kyflan Ahmad Syukur, S.Tr.K., M.Si bersama personel Polsek Bojonegara. Bantuan air bersih disalurkan mulai sekitar pukul 14.00 WIB dengan menggunakan lima unit mobil tangki.
Di Desa Pengarengan, bantuan disalurkan ke Kp. Calung dan Kp. Sinar Maju sebanyak sekitar 8.000 liter air bersih menggunakan dua unit mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter, sekaligus diserahkan satu unit tandon air berkapasitas 1.000 liter.
Selanjutnya, warga Kp. Sumur Watu, Desa Pakuncen, menerima sekitar 8.000 liter air bersih menggunakan satu unit mobil tangki berkapasitas 8.000 liter serta satu unit tandon air berkapasitas 1.000 liter.
Sementara di Desa Mekarjaya, air bersih sebanyak sekitar 8.000 liter disalurkan kepada masyarakat di Kp. Cikadu dan Kp. Taman Sari menggunakan dua unit mobil tangki. Di lokasi tersebut juga diserahkan satu unit tandon air berkapasitas 1.000 liter.
Penyaluran dilakukan secara langsung ke tempat penampungan air maupun jerigen milik warga. Kehadiran personel Polsek Bojonegara di tengah masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam membantu memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak musim kemarau.
Kapolsek Bojonegara IPTU Kyflan Ahmad Syukur mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri sekaligus upaya untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
"Selain bantuan air, personel Polsek Bojonegara juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membangun komunikasi dengan masyarakat. Warga diberikan sosialisasi mengenai Layanan Call Center Polri 110 yang dapat dimanfaatkan untuk memperoleh bantuan Kepolisian maupun melaporkan berbagai gangguan keamanan dan kejadian darurat," ungkapnya.
"Masyarakat juga diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau. Personel mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun kejadian kebakaran," jelas Kapolsek Bojonegara.
"Bantuan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Polsek Bojonegara Polres Cilegon yang hadir langsung membantu memenuhi kebutuhan air bersih sekaligus menyediakan sarana penampungan untuk menghadapi kondisi kemarau," terang Iptu Khyflan.
"Melalui kegiatan tersebut, Polsek Bojonegara menegaskan bahwa kehadiran Polri tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kepedulian dan aksi nyata ketika masyarakat membutuhkan," tambahnya.
"Di tengah kemarau yang mengeringkan sumber-sumber air, 24 ribu liter air yang mengalir ke tiga desa menjadi lebih dari sekadar bantuan. Ia menjadi wujud kehadiran Polri, kepedulian, dan semangat gotong royong untuk memastikan masyarakat tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih tenang," tandasnya.

