-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tuntas Mengakhiri Masa Tugas

Jumat, Mei 08, 2026 | Mei 08, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-08T09:51:23Z
Tuntas Mengakhiri Masa Tugas
Brimob Polri saat melepas tanda pangkat dan jabatan Tatag. Di sebelah kanan Tatag, yaitu Kompol Bambang Winarno. (foto: Wira/Humas Brimob Polri)


Menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri dari seorang komandan yang juga prajurit,  mengakhiri tugas dengan tuntas. Plus anak buahpun naik menggantikannya.


“LEGA  sudah, tuntas di akhir masa tugas,” ucap sepontan AKBP Purn. Tatag Ujiono seraya melepas nafas. Kemudian, jika biasanya dalam acara formal “sang pengantin” didatangi untuk disalami, kali ini dia yang menyalami sejumlah teman termasuk penulis.  


Pagi itu, Jumat 8 Desember 2026 di Gedung “Gineung Pratidina” Korps Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, laki-laki yang biasa bicara lugas lepas itu,  menutup karirnya. Ia pensiun lantaran usia, serah-terima jabatan dengan Kompol Bambang Winarno. Sebelumnya, Bambang adalah Komandan Pelayanan Umum (Yanmum) Denma Korp Brimob Polri.

  

Ada keistimewaan lain, dia yang dalam level jabatan kesekian dalam hirarki Korps Brimob Polri, mengakhiri masa baktinya di hadapan Komandan (Dankor) Korps Brimob, Komjen Pol. Ramdani Hidayat, S.H.. Tampak pula  Wadankor Irjen Pol. Reza Arif Dewanto, S.I.K. dan sejumlah perwira tinggi (pati) lainnya. 

Tatag seangkatan dengan Aiptu Sugustiana. Mereka sama-sama   mengawali karir di Brimob dengan pangkat terendah, Bhayangkara Dua (Bharada). Tugas operasi pertamanya adalah Operasi Aceh dengan Komandan Ipda Pol . Drs. Imam Widodo, M.han, sekarang Komjen Pol  (Akpol 89) dan Dankor sebelum Komjen Ramdani (Akpol 90).


Ketika Tatag mengakhiri masa dinasnya sebagai Dandenma Korps Brimob Polri, kini naik Kompol Bambang menggantikannya. Sungguh kebahagiaan tersendiri, stafnya yang menggantikan. 


Tugasnya, selain selalu bersiap dan menyiapkan anggotanya bila tiba-tiba diberangkatkan ke daerah operasi, bersama segenap anggotanya dia juga wajib membiasakan diri menjadi “pelayan”. 


Ya, melayani kebutuhan sejumlah bagian yang diawaki oleh sekitar 9.000 personel di Mako Brimob Polri. Jumlah ini mulai dari Komandan sampai ke level-level di bawah-bawah. “Kita ini cuma mengkoordinasi dan melaksanakan,” kata Tatag merendah.


Dari ungkapan Tatag itu, selayaknya memunculkan koreksi diri setiap  pengabdi negaram dengan wajib –langsung tidak langsung— melayani masyarakat. Saat ini jumlah aparat negara (berikut 3 jutaan pegawai paruh waktu), termasuk dengan anggota Polri dan TNI, menjadi sekitar hampir 8 juta orang. 


Mereka yang pensiun ASN, Polri, dan TNi tiap tahunnya rata-rata sekitar 3,1% atau 116 ribu orang. Meski sudah pensiun, selama masih hidup mereka menjadi tanggungjawab negara, termasuk kesehatan mereka. 


Maka, wajar saja bila sepertihalnya Tatag dan kawan-kawan tetap berendah hati atas jasa yang telah mereka serahkan selama mengabdi kepada Negara.


“Jalani hidup selalu gembira dimanapun berada, ada masalah jangan dipermasalahkan dan jangan cari masalah...,” wajar bila Tatag melontar kalimat ini untuk dirinya sendiri. Tinggal rekan-rekan sesama abdi negara dan pensiunan memaknainya. 


Tatag, lahir di Ngawi, Jatim, 28 April 1968, Ia anak kedua dari 5 bersaudara. Ayahnya juga anggota Polri (alm). Pamannya (suami dari alm bibinya), R. Soeprapto (alm), adalah Komandan ke-14 Korps Brimob Polri. Nama R. Soeprapto kini terpatri pada Wisata Brimob Polri di Cikeas Udik, Bogor itu. 


Pasti bukan lantaran berangkat dari keluarga Polri, dia mengabdi mengakhiri tugas juga di Polri. Dengan kelugasan dan kerendahan hati, dia menjalani tugas pengabdian kepada masyarakat lewat institusi Brimob Polri. (suryadi)***

×
Berita Terbaru Update