Cilegon - Ancaman bencana industri kembali menjadi perhatian publik setelah terjadi dugaan kebocoran di PT MCCI Gerem Kecamatan Grogol Kota Cilegon, Mulyadi Sanusi atau Cak Mul aktivis Cilegon menyoroti lemahnya pengawasan terhadap pabrik kimia yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan warga di sekitar kawasan industri.
Dalam diskusi publik yang digelar hari ini, para aktivis muda lingkungan dan keselamatan kerja meminta Pemkot Cilegon dan Disnaker Provinsi Banten harus bersikap tegas terhadap perusahaan yang lalai menjalankan standar keamanan industri.
Aktivis Cilegon Cak Mul menilai, berbagai insiden kebocoran dan ledakan pabrik di wilayah Cilegon yang pernah terjadi menjadi peringatan serius bahwa pengawasan masih lemah dan keselamatan masyarakat belum menjadi prioritas utama.
“Kami meminta pemerintah tidak hanya memberi peringatan administratif. Jika ada kelalaian yang mengancam keselamatan warga, harus ada sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional," tegasnya
Cak Mul juga mengungkapkan, selain ancaman pencemaran lingkungan, keberadaan pabrik kimia di Cilegon dengan standar keselamatan rendah juga dinilai berpotensi memicu bencana besar, terutama di kawasan padat penduduk.
"Kami mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi bencana industri, termasuk transparansi informasi kepada masyarakat terkait risiko bahan kimia berbahaya," tambahnya.
Lebih lanjut Cak Mul mengatakan, harapan kami pihak pemerintah dapat memperkuat pengawasan dan memastikan setiap industri mematuhi standar keselamatan, demi mencegah terjadinya bencana yang dapat mengancam nyawa warga sekitar," pungkasnya.

