-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Perkuat Pengawasan dan Fasilitasi, Dukung Pertumbuhan Ekonomi

Rabu, Januari 14, 2026 | Januari 14, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-14T08:39:49Z
Kanwil Bea Cukai Sulbagtara Perkuat Pengawasan dan Fasilitasi, Dukung Pertumbuhan Ekonomi


Manado - Kantor Wilayah (Kanwil) Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara mencatat kinerja yang solid sepanjang 2025 melalui pengawasan kepabeanan dan cukai serta fasilitasi perdagangan yang mendorong pertumbuhan ekonomi regional.


Sepanjang 2025, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara membukukan realisasi penerimaan negara sebesar Rp2,81 triliun atau melampaui 132 persen dari target. "Capaian ini mencerminkan optimalisasi peran Bea Cukai sebagai revenue collector yang didukung penguatan pengawasan, meningkatnya kepatuhan pelaku usaha, serta sinergi dengan pemangku kepentingan di daerah," ungkap Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Dr. Erwin Situmorang.


Di bidang pengawasan, tercatat 618 kasus penindakan yang terdiri atas 461 penindakan kepabeanan dan 143 penindakan cukai hasil tembakau serta Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA). Total nilai barang hasil penindakan mencapai sekitar Rp550 miliar. Khusus penindakan MMEA ilegal, penerapan pendekatan ultimum remedium menghasilkan penerimaan negara sebesar Rp7 miliar, menunjukkan penegakan hukum yang juga memberikan kontribusi fiskal.


Kinerja pengawasan dan fasilitasi tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekspor di wilayah Sulbagtara. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, hingga November 2025, nilai ekspor Sulawesi Utara mencapai USD1,1 miliar atau meningkat sekitar 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024, didominasi komoditas minyak nabati berbasis kelapa dan produk perikanan. Sulawesi Tengah mencatat nilai ekspor USD19,97 miliar, tumbuh sekitar 3,6 persen, dengan besi dan baja sebagai komoditas utama. Sementara itu, Gorontalo membukukan ekspor sekitar USD43,46 juta atau tumbuh 2,25 persen, dengan molases sebagai salah satu komoditas unggulan.


Selain pengawasan, Kanwil Bea Cukai Sulbagtara juga menjalankan peran sebagai trade facilitator melalui pemberian fasilitas kepabeanan. Sepanjang 2025, diberikan fasilitas Kawasan Berikat kepada 11 perusahaan, serta dukungan pembentukan 1 Pusat Logistik Berikat dan 1 Kawasan Pabean. Hingga akhir 2025, terdapat 59 perusahaan yang menikmati fasilitas kawasan berikat di wilayah Sulbagtara, terutama pada sektor hilirisasi tambang, kelapa, dan perikanan.


Data BPS juga mencatat pertumbuhan ekonomi ketiga provinsi di atas rata-rata nasional. Sulawesi Utara tumbuh 5,39 persen (yoy), Gorontalo 5,49 persen (yoy), dan Sulawesi Tengah mencapai 7,79 persen (yoy) pada triwulan III-2025. Menyikapi hal tersebut, Erwin menekankan pentingnya optimalisasi posisi strategis kawasan, termasuk mendorong direct call pelayaran dari Bitung ke Asia Timur guna menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing ekspor.

×
Berita Terbaru Update