-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Peduli, Guru dan Alumni SMPN Tataan Sambangi Keluarga Kebakaran

6/11/2024 | 6/11/2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-06-11T08:52:12Z


Pesawaran -- Tanda tetap peduli, sejumlah alumni 74 dan 72 SMPN Gedongtataan (sekarang SMPN 1 Pesawaran) dan pensiunan guru sambangi keluarga alumni yang jadi korban kebakaran pekan lalu di Gedongtataan.

Mereka yang bersilaturahmi di hari Selasa (11/6/24)  itu dipimpin Ketua,  Sekretaris, dan Bendahara alumni, Kasino, dan Kanti Nastiti. Para anggota yang menyertai yaitu Alfi Romli, Karlina, dan  Titi Herningsih.

Sambil bersilaturahim, Kasino mewakili para anggota ikatan alumni menyampaikan sedikit bantuan dari para alumni.

Bantuan diterima oleh Wahyu Hadi dan Ilham Hadi yang diketahui adalah alumni 82. Ia adalah anak dari mantan Kepala Kampung Gedongtataan, Dulhadi.

"Jumlahnya tak seberapa, tapi yang terpenting kita tetap peduli, walau sudah lama terpisah, ada yang di Lampung dan di luar Lampung," kata Kasino saat penyerahan.

Kebakaran terjadi hari Senen.(2/6/24..) sekira am. 07.00 Wib. Seluruh rumah habis dilalap si jago merah, mengingat saat kebakaran rumah dalam keadaan ditinggal kosong. Konon kebakaran akibat nyala api yang bermula dari Kkorsliting listrik.

SMP Negeri Gedongtataan setengah abad lalu masih merupakan satu-satunya SMPN di Gedontataan, sebuah wilayah kecamatan yang masuk dalan Kabupaten Lampung Selatan.

Kini SMP N tersebut sudah berubah menjadi SMPN 1 Pesawaran sering pemekarannya menjadi kabupaten sendiri, yaitu Pesawaran.

Alumni SMPN Gedongtatan sudah banyak tersebar di Tanah Air, termasuk di Semarang (Jateng), Kediri (Jatim), Depok dan Bekasi (Jawa Barat),  selain juga di Jakarta dab Palembang, Sumsel.

Guru-guru yang 50-an tahun lalu mengajar di situ, kini sudah purnatugas, seperti Bu Mujiem, Bu Sutiah, dan Pak Mashudi. Mereka tetap peduli pada "anak-anak" mereka.

Alumni yang tersebar di tanah air pun menyandang profesi.yang beragam, antara lain BUMN, dosen, guru, pns lainnya, swasta, dan dai. 

Mereka yang lulus setengah abad lalu, kini pun sudah pensiun dan telah pula bercucu.

Meski  tergolong "manula" dan tinggal di daerah-daerah terpisah sampai di luar Lampung, para alumni diikat oleh silaturahim berkat kemajuan teknolpgi komunikasi yang mampu menghubungkan antarmereka setiap saat.

"Sisi positifnya, kemajuan teknologi komunikasi telah selalu membuat kita semua senantiasa terhubung;" kata alumni 74 SMPN Tataan, Kanti Nastiti Darmo Wiyono.**

×
Berita Terbaru Update