-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Keren, Katalia Kota Cilegon Tampilkan 50 Busana Modifikasi Pengantin Daerah di Parade Pengantin Nusantara

Selasa, Agustus 30, 2022 | Agustus 30, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-08-30T12:52:15Z

Cilegon - Ada berbagai festival maupun parade ditampilkan di acara=acara yang ada di Kota Cilegon, namum kali ini berbeda dengan yang lainnya salah satu acara parade pengantin nusantara yang digelar di mall Ramayanan Kota Cilegon.

Parade busana pengantin nusantara disuguhkan dihadapan para pengunjung dan masyarakat yang ada di Kota Cilegon. Berbagai busana pengantin ditampilkan dari seluruh nusantara dan busana pengantin budaya yang ada di Banten. Memadukan atau memodifikasi dengan masa kini namun sesuai pakem kebudayaan, sesuai dengan tuntutan jaman atau tuntutan masyarakat terkait tatarias yang lebih berfariasi (memadukan tatarias budaya dengan kekinian).


Kegiatan Parade Pengantin Nusantara merupakan bentuk dari pengembangan skill atau keilmuan dalam memadukan atau memodifikasi tata rias pengantin dan meningkatkan perekonomian di bidang tata rias. Kegiatan Parade Pengantin Nusantara diselenggarakan oleh DPC Katalia Kota Cilegon (Asosiasi Ahli Rias Pengantin Modifikasi) yang berkolaborasi dengan management Mall Ramayana Cilegon, Pemerintahan Kota Cilegon, DPD Katalia Provinsi Banten pada Selasa, (30/08/2022).


Tampak hadir pada kegiatan parade ini Walikota Cilegon (yang diwakilkan), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Cilegon, Kepala Disporapar Kota Cilegon, Ketua DPD Katalia Banten, Ketua DPC Katalia Cilegon, Ketua DPC Katalia Serang, Ketua DPC Katalia Pandeglang, Ketua DPC Katalia Rangkas Bitung, Ketua DPC Katalia Kota Tanggerang, Ketua Harpi Kota Cilegon, Ketua Tiara Kusuma Cilegon, Ketua Mua Comunity, Ketua Amoba, Ketua Corimba, Ketua Nurul Waroh, Ketua Komunitas Nunung Sedulur, Nedi flower (sponsor), Anna Wedding(sponsor), PT  SWM (Sponsor),.Zuka Bristo (sponsor), Rianti Salin (sponsor), Katara larasati (sponsor), Sanggar Seruni (sponsor), Griya Rias Titi Wiyana (sponsor), Gory serta Rita Weeding.

Kadis Budaya Kota Cilegon mengatakan, “Merasa bangga adanya parade busana modifikasi pengantin se-nusantara di Kota Cilegon, selain memperkenalkan semua jenis busana pengantin yang ada di nusantara juga menampilkan busana pengantin khas Kota Cilegon yang sudah dimodifikasi”.



“Mengapresiasi dengan adanya kegiatan parade ini dalam rangka mengangkat busana pengantin yang sudah dimodifikasi, namun mereka tidak keluar dari pakem tatarias ciri khas kota Cilegon maupun wilayah lainnya sesuai dengan visi dan misi DPC Katalia Cilegon agar mengangkat khasnya busana Kota Cilegon,” ujarnya.

Mereka mengangkat busana pengantin budaya daerahnya dengan memodifikasi tata rias, namun tidak menghilangkan Pakem yang semestinya dengan melestarikan busana budayanya dari masing-masing daerah dan keunikan dengan mempertahankan hal yang perlu dipertahankan dari busana budaya daerahnya,” lanjutnya.

“Kita sebagai anak bangsa harus melestarikan budaya kita sendiri (se nusantara) ini, kita dikenal dengan beragam budayannya bisa bersatu dengan berbagai perbedaannya,” terangnya.

“DPC Katalia Kota Cilegon bisa mempersatukan beberapa DPC  Katalia yang ada di seluruh Provinsi Banten, Menyajikan  suatu yang baru bisa membuat kita terus bersatu, berkarya, berinofasi dan bermanfaat bagi kita semua,” tutupnya.

Sementara Ketua Panitia DPC Katalia Kota Cilegon Way menambahkan, “Alhamdulillah kegiatan parade busana pengantin nusatara ini bisa berjalan lancar, DPC Katalia kota Cilegon yang anggotanya seluruh para perias yang ada di kota Cilegon bekerjasama DPD Katalia Provinsi Banten untuk memperagakan berbagai busana pengantin ditampilkan dari seluruh nusantara khusunya menampilkan busana pengantin budaya yang ada di Banten”.

“Penampilan tata rias pengantin daerah (budaya busana pengantin daerah) yang di padukan riasan masa kini namun sesuai pakem kebudayaan, namun karena sesuai dengan tuntutan jaman atau tuntutan masyarakat terkait tata rias yang lebih berfariasi (memadukan tatarias dulu dengan kekinian),” terangnya.

"Tujuan dari parade ini untuk lebih memperluas wawasan masyarakat terkait busana pengantin budaya se nusantara dengan dimodifikasi dengan riasan kekinian namun tidak menghilangkan pakem atau hal yang tidak bisa dihilangkan dari budaya daerah itu sendiri,” terangnya.

“Parade pengantin nusantara ini diselenggarakan dalam rangkaian memeriahkan HUT RI ke-77 yang dilaksanakan oleh panitia dengan mempertunjukan berbagai riasan pengantin buadya yang ada dan dimodifikasi dengan kekinian agar tampilan lebih berfariasi dan kekinian,” tegasnya.

Menurutnya, dari penampilan parade busana pengantin nusantara tersebut menunjukan bahwa Indonesia disusun oleh kebhinekaan yang sangat beragam. "Menunjukan betapa kita sangat kaya akan kebudayaan, baru dilihat busana pengantin saja sudah sangat beragam, apalagi kalau kita coba menggali lebih dalam tentang keragaman budaya ini," lanjutnya. 

“Tujuan dilaksanakannya parade pengantin nusantara ini guna menginspiransi para remaja dengan melihat parade pengantin nusantara, maka akan banyak remaja yang terinspirasi dari acara tersebut. Inspiransi untuk remaja yang akan melaksanakan pernikahan dan masih bingung dengan tata rias pengantin yang akan digunakan serta agar riasan tetap dilestarikan meski diiringi dengan perkembangan zaman. Dengan perkembangan zaman yang semakin modern, maka riasan pengantin semakin diminati dan digunakan dalam pernikahan,” harap Way.

“Kita hanya menambahkan dan memodifikasi 30 persen di busana saja, kalo aksesoris sesuai dengan aslinya saja. Para peserta yang mengikuti parade ini ada sekitar Lima Puluh (50) peserta yang menampilkan dari semua wilayah seperti, Jawa, Palembang, Sunda, Bali bahkan dari budaya Kota Cilegon,” tuturnya.

“Seperti sekarang ini kita menampilkan adat dari kota Cilegon yang mana belum sepopuler tata rias busana pengantin modifikasi wilayah lainnya, makanya kita angkat agar busana budaya Kota Cilegon  bisa popular dengan busana pengantin wilayah lainnya lewat modifikasi sesuai keinginan dan jalan sekarang namun tidak menghilangkan pakem atau hal yang tetap harus dipertahankan,” tutupnya.

Dengan diadakannya Parade Pengantin Nusantara maka para perias pengantin semakin mempunyai kelebihan dalam merias. Perias Pengantin akan semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan ide rias dan busana yang dimodifikasi modern namun tidak meninggalkan tata rias tradisioanal.

×
Berita Terbaru Update