Sosialisasi Keselataman Pelayaran yang dilaksanakan UPP Kelas III Karangantu dinilai tidak peka terhadap kondisi saat ini, sebagaimana Instruksi Presiden. Program tersebut juga dianggap copy paste kegiatan TA 2018.
Kamis, 27/8, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kls III Karangantu melaksanakan Sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Nelayan Cituis,Kab Tangerang. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengingatkan kepada masyarakat nelayan, agar mengutamakan keselamatan dalam berlayar.
Dalam sosialisasi ini, Kantor UPP Kelas III Karangantu juga membagikan 50 life jacket, 25 ring buoy dan 100 Stiker Keselamatan Pelayaran kepada masyarakat agar dapat digunakan saat berlayar demi menjaga keselataman diri ketika berlayar di tengah lautan. Serta bantuan 500 buah masker dan 2 unit thermo untuk mengantisipasi penyebaran covid 19. Semua bantuan itu berasal dari Direktorat Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan.
Kegiatan sosialisasi Keselamatan Pelayaran di Pelabuhan Cituis tersebut, mendapat kritikan dari beberapa masyarakat nelayan di wilayah Kerja UPP Karangantu. Karena program tersebut dianggap copy paste dari kegiatan yang sama TA 2018. Bedanya, kegiatan kali ini di laksanakan di Pelabuhan Cituis dan ditambah dengan membagikan masker serta thermo gun. Sementara program yang sama TA 2018, diselenggarakan di Kantor UPP Karangantu dengan mengundang masyarakat pelabuhan, serta tidak membagikan masker dan thermo gun.
Keselamatan Pelayaran dan bantuan tersebut, juga dinilai sebagai program yang tidak peka dengan kondisi masyarakat di sekitar Kantor UPP Karangantu. Karena, di tengah pandemi covid 19, banyak masyarakat nelayan terdampak sosial dan ekonomi. “Jangankan modal untuk berlayar mencari ikan, demi kebutuhan makan sehari-hari saja, kita kesulitan. Yang kita butuhkan saat ini adalah bantuan sembako, “ kata Jamhari (50), warga Karangantu, Kelurahan Banten, Kota Serang.
Saat hal itu dikonfirmasikan kepada Kepala UPP Karangantu Wawan SE, Jumat (28/8), yang bersangkutan tidak bersedia menerima kunjungan wartawan. “Bapak sedang ada tamu dan tidak bersedia. Lain kali saja, yah?” kata Dirman, staff UPP Karangantu. (Budi)


