-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Polresta Tangerang Bentuk Satgas Ramuan, Agar Mudik Aman dan Nyaman

5/10/2019 | 5/10/2019 WIB | 0 Views Last Updated 2019-05-10T13:48:17Z



Momen lebaran menjadi hal yang paling ditunggu oleh semua orang maupun masyarakat pada umumnya. Sampai suasana sebulan sebelum puasa saja sudah terasa. Memang momen lebaran memiliki kesan dan ciri khas tersendiri yang hanya terjadi satu tahun sekali, tidak memandang dari kalamngan masyarakat menengah kebawah maupun masyarakat kalangan atas.

Kepolisian Resort Kota Tangerang memiliki program terobosan dengan membagikan selebaran Program Satgas Ramuna (Rumah Aman Mudik Nyaman). Selabaran itu dibagikan kepada warga di Bilangan Desa Cikupa, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Jumat sore (08/06/18).

“Selebaran tersebut disampaikan agar warga mudik dengan nyaman dan rumah serta harta benda yang ditinggalkan juga aman,” ujar kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif kepada awak media.

Dirinya menegaskan, aksi kriminalitas kerap terjadi saat berlangsung masa mudik. Oleh karena itu Polresta Tangerang membentuk Satgas Ramuna, dengan tujuan antisipasi pencurian di rumah kosong yang ditinggal penghuninya untuk mudik lebaran.

Berikut empat imbauan dari kepolisian agar mudik berjalan tenang dan aman:
Satu, sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong periksa pintu, jendela, alat listrik, kompor, dll.

Dua, aporkan dan titipkan rumah kepada petugas keamanan setempat atau tetangga, bila ditinggalkan keadaan kosong dalam waktu tertentu, beri lampu penerangan di luar rumah
Simpanlah barang berharga dan dokumen penting di tempat yang aman titipkan kepada kantor polisi teredekat

Ketiga, ketika akan melaksanakan perjalanan jauh, cek kondisi kendaraan, siapkan surat-surat dan identitas pribadi ( STNK, KTP, SIM, dll), jangan bawa barang berlebihan, patuhi aturan serta petunjuk berlalulintas dan berdoa untuk keselamatan.


Dan Keempat, lanjut Sabilul, "pemudik juga ia sarankan untuk tidak mudah menerima tawaran makanan atau minuman dan waspada jika bertemu orang yang belum dikenal. Karena ada beberapa kasus kejahatan di angkutan umum menggunakan modus hipnotis atau memasukkan obat tidur ke dalam makanan dan minuman, hendaknya para pemudik membawa minuman sendiri agar terhidar dari orang yang ingin berniat jahat," tutup Saibul. (Red)
×
Berita Terbaru Update