-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Polda Banten Pastikan Mayat Ditemukan di Pesisir Barat - Lampung Tidak Berkaitan dengan KM Arupadatu I

Senin, September 28, 2026 | September 28, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-28T10:47:34Z
Polda Banten Pastikan Mayat Ditemukan di Pesisir Barat - Lampung Tidak Berkaitan dengan KM Arupadatu I


Serang – Polda Banten memastikan penemuan sesosok mayat di perairan Pekon Balam, Kecamatan Pesisir Utara, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Jumat (25/9/2026), tidak memiliki keterkaitan dengan insiden hilangnya KM Arupadatu I.


Mayat tersebut ditemukan sekitar pukul 05.25 WIB oleh seorang warga bernama Binani (61), yang saat itu hendak melaut untuk mencari ikan. Saat berada di sekitar perairan Pekon Balam, saksi melihat sesosok mayat mengambang di laut. Mayat kemudian terbawa arus dan ombak hingga ke sekitar pesisir pantai Pekon Balam.


Setelah menerima laporan, tim SAR gabungan melakukan penjemputan dan membawa jenazah ke Puskesmas Pugung Tampak untuk dilakukan pemeriksaan. Sekitar pukul 06.00 WIB, petugas melakukan identifikasi dan visum. Hasil pemeriksaan memastikan jenazah tersebut adalah Rangga Adriana bin Udin Safrudin (17), laki-laki, warga Pekon Hanakau, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat. Pihak keluarga juga telah membuat surat penolakan autopsi dan selanjutnya korban akan dimakamkan oleh keluarga.


Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea menegaskan bahwa berdasarkan informasi dan hasil identifikasi tersebut, korban yang ditemukan di perairan Pesisir Barat merupakan warga Lampung dan tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda.


"Kami memastikan bahwa penemuan mayat di perairan Pekon Balam, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, tidak berkaitan dengan KM Arupadatu I. Hasil identifikasi dan pemeriksaan yang dilakukan oleh pihak terkait telah memastikan identitas korban sebagai Rangga Adriana, warga Lampung Barat," ujar Maruli senin (28/09). 


Diakhir Maruli mengimbau masyarakat untuk tidak mengaitkan setiap penemuan jenazah di wilayah perairan dengan insiden KM Arupadatu I sebelum terdapat hasil pemeriksaan dan verifikasi resmi. Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan dan kesimpangsiuran informasi.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi. Setiap informasi terkait KM Arupadatu I akan disampaikan berdasarkan hasil verifikasi dan pemeriksaan resmi. Masyarakat kami harapkan mengutamakan informasi dari sumber yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

×
Berita Terbaru Update