TANGERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten melalui Polresta Tangerang menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (29/8/2026).
Penyaluran air bersih tersebut menggunakan kendaraan Water Canon Polresta Tangerang dan dilaksanakan mulai pukul 13.45 WIB hingga 15.50 WIB. Sebanyak 6.500 liter air bersih disalurkan kepada masyarakat di dua lokasi, yakni Kampung Kadeper RT 01/03 dan Kampung Muncung RT 02/01, Desa Bantar Panjang.
Kabidhumas Polda Banten Kombes Pol. Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan respons cepat Polri terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kondisi kekeringan.
“Polri hadir di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat terpenuhi. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian Polri kepada warga yang terdampak kekeringan,” ujar Maruli.
Maruli menjelaskan, bantuan air bersih tersebut diberikan kepada sekitar 80 kepala keluarga (KK) yang berada di wilayah terdampak. Dalam pelaksanaannya, personel Polresta Tangerang berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat setempat agar pendistribusian air dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan saling membantu apabila terdapat warga yang membutuhkan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kasat Polairud Polresta Tangerang AKP Rustantiyo, Wakasat Intelkam AKP H. Samsudin, KBO Satintelkam Iptu Arif Fadillah, Pawas Iptu Triyogo, Pamapta Ipda Indra, Kanit 1 Satintelkam Ipda Cipto Eko, Kepala Desa Bantar Panjang Ujang, personel Ton Siaga, personel Polsek Tigaraksa serta masyarakat setempat.
“Kegiatan berjalan dengan aman dan kondusif. Polda Banten bersama jajaran akan terus berupaya hadir memberikan pelayanan dan bantuan kepada masyarakat, terutama dalam situasi yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama,” tutup Maruli.

