-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Hadapi Ancaman Musim Kemarau Ekstrem, Kapolres Cilegon Pimpin Apel Siaga Bencana Berskala Besar bersama Forkopimda

Selasa, Agustus 04, 2026 | Agustus 04, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-08-05T10:15:44Z
Hadapi Ancaman Musim Kemarau Ekstrem, Kapolres Cilegon Pimpin Apel Siaga Bencana Berskala Besar bersama Forkopimda


Cilegon – Komitmen memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat fenomena El Nino ditunjukkan Polres Cilegon dengan menggelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di halaman Mapolres Cilegon, Selasa (4/8/2026).


Apel dipimpin langsung Kapolres Cilegon AKBP M. Probandono Bobby Danuardi, S.H., S.I.K., M.Si., bersama Wali Kota Cilegon Robinsar, Danlanal Banten Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, dan Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, S.IP., M.IP., sebagai bentuk sinergitas lintas sektor dalam menghadapi ancaman bencana yang diprediksi meningkat akibat musim kemarau panjang.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasdim 0623/Cilegon Mayor Inf. Subandi, Kasub Garnisun Cilegon Mayor Mar. Alamsyah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon drg. Hj. Ratih Purnamasari, M.K.M., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Cilegon Sabri Mahyudin, S.T., M.M., para Pejabat Utama Polres Cilegon, serta unsur Forkopimda dan instansi terkait.


Apel diikuti personel gabungan dari Polres Cilegon, Satbrimob Polda Banten, Lanal Banten, Kodim 0623/Cilegon, BPBD, Damkar, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Tagana, PMI, Saka Bhayangkara hingga petugas PLN yang disiapkan sebagai kekuatan terpadu dalam menghadapi berbagai potensi bencana.


Dalam amanatnya, Kapolres Cilegon menegaskan bahwa fenomena El Nino bukan sekadar persoalan perubahan cuaca, melainkan ancaman nyata yang dapat berdampak pada stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat apabila tidak diantisipasi sejak dini.


Menurutnya, peningkatan suhu udara dan musim kemarau berkepanjangan berpotensi memicu kebakaran hutan, lahan, kawasan terbuka hingga permukiman, yang pada akhirnya dapat menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat, kesehatan, perekonomian, bahkan keamanan wilayah.


"Apel ini menjadi momentum untuk menyatukan langkah, memperkuat sinergi, dan memastikan seluruh personel maupun sarana pendukung berada dalam kondisi siap menghadapi segala kemungkinan. Kesiapsiagaan adalah kunci utama untuk meminimalkan risiko serta melindungi masyarakat dari dampak bencana," tegas Kapolres.


Ia menjelaskan, selain ancaman kebakaran, fenomena El Nino juga berpotensi menimbulkan krisis air bersih, gagal panen, meningkatnya harga kebutuhan pokok hingga kerawanan sosial yang dapat berdampak terhadap situasi kamtibmas.


Karena itu, Kapolres menginstruksikan seluruh jajaran untuk meningkatkan deteksi dini, memperkuat patroli preventif di wilayah rawan kebakaran, mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas bersama Babinsa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, serta memastikan koordinasi lintas instansi berjalan cepat dan efektif apabila terjadi keadaan darurat.


"Kita tidak boleh menunggu bencana terjadi baru bergerak. Pencegahan harus menjadi prioritas utama melalui edukasi, patroli, deteksi dini, serta kesiapan personel dan peralatan agar setiap potensi bencana dapat segera diatasi," ujarnya.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan pasukan dan pengecekan kendaraan serta peralatan pendukung yang akan digunakan dalam operasi tanggap darurat bencana dan Karhutla. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan seluruh sumber daya siap digerakkan kapan saja apabila diperlukan.


Sementara itu, Kasi Humas Polres Cilegon AKP Imam Maryono mengatakan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan bentuk komitmen Polres Cilegon dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi bersama seluruh pemangku kepentingan.


"Melalui apel ini, Polres Cilegon bersama Forkopimda dan seluruh instansi terkait menyatakan kesiapan penuh menghadapi potensi bencana akibat El Nino. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga lingkungan, tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah sembarangan, serta segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani sedini mungkin," ujar AKP Imam Maryono.


Dengan terbangunnya sinergi yang kuat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat, Polres Cilegon optimistis mampu menghadapi berbagai potensi bencana secara cepat, tepat, dan terpadu, sehingga keamanan, keselamatan, serta ketertiban masyarakat tetap terjaga sepanjang musim kemarau tahun 2026.

×
Berita Terbaru Update