Cilegon – Satgas Pangan Kepolisian Resor (Polres) Cilegon bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta UPT Pasar Kranggot Cilegon terus melakukan pemantauan harga dan stok Bapokting di sejumlah titik wilayah setempat.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah serta memastikan harga bapokting tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) serta stok tersedia. Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi, pasar tradisional dan ritel modern, pada Selasa (10/3/2026) pagi.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP Yoga Tama S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., mengatakan pemantauan rutin ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bapokting tetap aman di pasar tradisional dan ritel modern.
“Kami memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih sehingga harga melebihi harga eceran tertinggi (HET). Pengecekan ini juga dilakukan guna menjamin stok bahan pokok penting (Bapokting) selalu aman di bulan ramadhan yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan di (Toko H. UDIN, pemilik penanggung jawab : Sdr. H.Udin, di Jl. Pasar baru kranggot kota cilegon.
1. Nama Produsen/ Distributor/ Toko Besar/ Pedagang Pengececer/ Ritek Modern TOKO H. Udin.
2. Nama Pemilik/ Penanggung Jawab Sdr. Udin
3. Nomor HP -
4. Alamat Jl. Pasar baru kranggot kota cilegon
5. Jenis Usaha ( Pedagang ecer )
6. Nomor Izin usaha ( - )
1. Beras Medium
- Harga jual di lapangan Rp. 13.500/ Kg.
2. Bawang putih
- Harga jual di lapangan Rp.45.000,-
3. Kedelai inpor
-Harga jual di lapangan Rp. 16.000,-
"Polres Cilegon bersama Disperindag dan UPT Pasar akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan stabilitas harga dan stok bapokting di pasar tradisional maupun ritel modern tetap setabil disetiap harinya," terang Kasat Reskrim Polres Cilegon.
“Pemantauan berkala akan terus dilakukan agar harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap sesuai dengan HET,” pungkasnya.*
