Cilegon – Satgas Pangan Kepolisian Resor (Polres) Cilegon bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta UPT Pasar Baru Kranggot Kota Cilegon dalam menekan inflasi terus melakukan pemantauan harga dan stok bahan pokok penting (Bapokting) di sejumlah titik wilayahnya pada Kamis, 11 Februari 2026.
Langkah itu dilakukan sebagai upaya menekan laju inflasi daerah serta memastikan harga bapokting tetap sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) serta stok tersedia. Adapun kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi yang ada di pasar Baru Kranggot Kota Cilegon.
Kasat Reskrim Polres Cilegon, AKP YOGA TAMA S.Tr.K., S.I.K., M.Sc mengatakan bahwa kegiatan pemantauan rutin ini merupakan bentuk koordinasi lintas sektor untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bapokting tetap aman di pasar tradisional.
“Kami memastikan tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk meraup keuntungan berlebih sehingga harga melebihi harga eceran tertinggi (HET). Pengecekan ini juga dilakukan guna menjamin stok bapokting aman menjelang akhir tahun yang dilakukan setiap hari,” ujarnya.
Dari hasil pemantauan di (Toko Beras UMI, pemilik penanggung jawab : Sdra. H. ULFI, alamat Pasar Kranggot Kota Cilegon, Toko UMI pemilik H. ULFI yang ada di Link. Sumampir Purwakarta Kota Cilgeon dengaan menjual beras Medium Rp. 13.500/ Kg, Cabai Merah Keriting Rp. 40.000, Telor Rp.28.000 sedangkan Minyak kita Rp. 15.700," jelasnya.
"Polres Cilegon bersama Disperindag dan UPT Pasar akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan stabilitas harga dan stok bapokting di pasar tradisional maupun ritel modern tetap setabil disetiap harinya," tegasnya.
“Pemantauan berkala akan terus dilakukan agar harga dan distribusi beras di pasar tradisional maupun ritel modern tetap sesuai dengan HET,” tutupnya.
