-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Era Mantan Dirut Arif Suhartono, Pelindo Meraih Laba Cemerlang hingga Februari 2026

Minggu, Februari 22, 2026 | Februari 22, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-22T14:19:12Z
Era Mantan Dirut Arif Suhartono, Pelindo Meraih Laba Cemerlang hingga Februari 2026


Jakarta - Di era kepemimpinan Direktur Utama Arif Suhartono, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan pasca-merger besar pada Oktober 2021. 


Hingga awal tahun 2026, kinerja keuangan dan operasional perusahaan terus mencatatkan angka positif sebagai dampak dari standarisasi dan digitalisasi layanan di seluruh pelabuhan Indonesia.


​Berikut adalah rangkuman kinerja laba dan pendapatan Pelindo hingga periode awal 2026:

​Kinerja Keuangan & Operasional (Data Terbaru 2025/2026)

​Berdasarkan laporan kinerja hingga akhir 2025 dan proyeksi awal 2026, berikut adalah poin-poin utamanya:

​Pendapatan Usaha (Full Year 2024): Tercatat sebesar Rp34,8 triliun. Angka ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan setelah merger.

​Laba Bersih (Semester I 2025): Pelindo mencetak laba bersih sebesar Rp1,6 triliun, naik signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar Rp611 miliar.

Target Arus Peti Kemas 2025/2026: Pada awal 2026, arus barang dan peti kemas dilaporkan terus "menggeliat" (naik). Sebagai gambaran, target tahun 2025 adalah sekitar 18,3 juta TEUs, dan realisasi pada awal 2026 menunjukkan tren kenaikan berkelanjutan di berbagai terminal seperti TPK Perawang dan TPK Pontianak.


​Kontribusi Negara  Hingga akhir 2024/awal 2025, Pelindo memberikan kontribusi kepada negara (dividen, pajak, PNBP, dll.) sebesar Rp7,47 triliun.

Faktor Pendukung Kenaikan Laba di Era Arif Suhartono

​Keberhasilan peningkatan laba dan pendapatan ini didorong oleh beberapa inisiatif strategis:


​Transformasi Pasca-Merger solusi Penyatuan empat entitas Pelindo menjadi satu membuat koordinasi lebih efisien dan mengurangi biaya operasional yang tumpang tindih.


​Standardisasi Operasional Di bawah era Arif Suhartono, Pelindo melakukan standarisasi layanan di seluruh pelabuhan. Hal ini berhasil menurunkan durasi kapal bersandar di pelabuhan (port stay) dan waktu menetap barang (dwelling time).

Penggunaan sistem digital seperti Phinisi dan berbagai aplikasi pendukung logistik lainnya mempercepat proses administrasi dan operasional, yang secara langsung meningkatkan volume arus barang.


Hingga 2025, value creation dari hasil merger telah mencapai lebih dari Rp4,8 triliun, mendekati target Rp5,8 triliun yang ditetapkan sejak awal penggabungan.


​Catatan penting yang di raih Pelindo juga berhasil masuk kembali ke dalam daftar Fortune Indonesia 100 (peringkat ke-37 pendapatan terbesar) pada akhir 2025, yang menegaskan posisi mereka sebagai pemain utama infrastruktur di Indonesia.


Dengan  tim kerja yang solid,Mantan Dirut Pelindo Arif Suhartono banyak memberikan sumbangsih buat keuntungan negara.

×
Berita Terbaru Update