Cilegon – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Cilegon sejak siang hingga malam hari mengakibatkan banjir dan genangan air di sejumlah titik wilayah Kecamatan Ciwandan dan Kecamatan Cibeber. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polres Cilegon bersama unsur TNI, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait melakukan monitoring intensif dampak cuaca ekstrem pada Jumat malam (2/1/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan genangan air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga lebih dari satu meter di sejumlah titik rawan. Di wilayah Ciwandan, genangan terjadi di sekitar Kantor Koramil Ciwandan, kawasan PT Jawamanis Rafinasi, Simpang Lingkungan Cilurah, Simpang Jalan Lingkar Selatan depan Pospam 5 Ciwandan, hingga area Mako SKP Banten. Ketinggian air di lokasi tersebut mencapai selutut hingga sedada orang dewasa, sehingga berdampak pada aktivitas masyarakat serta kelancaran arus lalu lintas.
Sementara itu, di Kecamatan Cibeber, luapan Sungai Sambirata dan Sungai Ciberko menyebabkan puluhan rumah warga terendam banjir. Di Lingkungan Sambirata, sedikitnya 90 rumah terdampak dengan ketinggian air sekitar 20 hingga 30 sentimeter.
Banjir juga merendam asrama Polsek Cibeber, ruas jalan Perumahan PCI Blok D, serta sejumlah lingkungan di wilayah Cibeber Barat dan Cibeber Timur. Kondisi ini diperparah oleh buruknya sistem drainase dan meningkatnya debit air sungai akibat hujan berkepanjangan.
Berdasarkan analisa di lapangan, banjir dipicu oleh hujan deras yang terjadi dalam dua fase, yakni pada siang hari sekitar pukul 12.20–13.00 WIB dan kembali turun dengan intensitas tinggi pada sore hingga petang hari sekitar pukul 16.20–17.30 WIB.
Tingginya curah hujan menyebabkan sungai tidak mampu menampung debit air, sehingga meluap ke pemukiman warga dan badan jalan. Akibatnya, sejumlah ruas jalan hanya dapat dilalui oleh kendaraan tertentu seperti truk besar dan kendaraan berpenggerak tinggi.
Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan bahwa Polres Cilegon telah menyiagakan personel serta sarana pendukung untuk memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalisir dampak banjir.
"Personel kepolisian melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas guna mengurai kepadatan serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas di titik-titik genangan," katanya.
Selain itu, sebagai langkah tanggap darurat, Polres Cilegon bersama instansi terkait juga melakukan upaya teknis di lapangan, di antaranya dengan membuka panel pagar di sekitar area Krakatau Posko agar aliran air dapat mengalir ke sungai dan rawa, sehingga debit genangan air berangsur menurun.
"Sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab negara kepada masyarakat terdampak, telah disiapkan dapur umum siaga bencana Kota Cilegon. Dapur umum tersebut berlokasi di Kantor PDAM Kota Cilegon dan difungsikan untuk menyediakan kebutuhan konsumsi bagi warga yang terdampak banjir akibat curah hujan tinggi di wilayah Kota Cilegon," jelas AKBP Martua.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan lanjutan, Posko Gabungan Siaga Bencana juga telah didirikan di Kantor Karantina Kemenkes Pelabuhan Ciwandan, Kelurahan Kepuh, Kecamatan Ciwandan. Posko ini menjadi pusat koordinasi lintas sektor dalam penanganan bencana, termasuk kesiapan evakuasi warga apabila kondisi banjir kembali meningkat.
"Kami Polres Cilegon mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan, serta segera melaporkan kepada petugas apabila membutuhkan bantuan, demi keselamatan bersama," tandasnya.
