-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Akibat Tekanan Ekonomi, Lelaki 41 Tahun Coba Bunuh Diri Akhirnya Dapat Diselamatkan

Rabu, Januari 21, 2026 | Januari 21, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-21T03:34:12Z
Akibat Tekanan Ekonomi, Lelaki 41 Tahun Coba Bunuh Diri Akhirnya Dapat Diselamatkan


Cilegon - Pada Rabu, 21 Januari 2026 sekira  jam 03.30 WIB telah ditemukan  seorang laki laki yang mencoba bunuh diri  di Jembatan Cigiceh Panggung Rawi oleh Security Rumah Sakit Panggung Rawi.  diketemukan masih dalam kondisi hidup. 


Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr Martua Raja Taripar Laut Silitonga S.H S.IK M.S.I membenarkan bahwa seorang laki-laki bernama Liman (41) warga Link Jombang Wetan, RT 006/RW 005 Kel Jombang Wetan, Kecamatan  Jombang, Kota Cilegon, yang mencoba bunuh diri dengan cara melompat dari Jembatan Cigiceh Panggung Rawi ke Kali Tempe.


"Peristiwa tersebut diketahui bermula sekitar jam 19.15 WIB, saat seorang perempuan Rena (Istrinya) mendatangi Polres Cilegon untuk melaporkan bahwa suaminya, Liman Sule Q (41), warga Lingkungan Jombang Wetan, diduga melompat ke sungai dari atas Jembatan Cigiceh sekitar  jam 18.30 WIB," ungkapnya.


"Menindaklanjuti laporan tersebut, Kanit Pamapta III Polres Cilegon Ipda Gana bersama piket fungsi langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pencarian di sekitar aliran sungai, berkoordinasi dengan petugas Tagana serta dibantu warga setempat," jelas Kapolres.


Lanjut AKBP Martua, berdasarkan keterangan pelapor, korban sebelumnya kerap mengutarakan niat mengakhiri hidup saat menghadapi permasalahan keluarga. Korban sempat meninggalkan rumah selama lima hari usai berselisih dengan istrinya. Dalam beberapa waktu terakhir, korban juga mengeluhkan tekanan ekonomi akibat utang usaha, yang diduga menjadi pemicu kondisi psikologisnya.


"Sekitar  jam 19.00 WIB, korban sempat akan ditolong oleh adik iparnya, Imam Arifin. Namun, korban menolak pertolongan dan akhirnya terbawa arus sungai. Ciri-ciri terakhir korban yakni tinggi sekitar 160 cm, rambut ikal tipis, tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana panjang jeans warna biru," terangnya.


Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H, S.I.K., M.Si tiba langsung di lokasi kejadian guna mengecek kesiapan personel serta memimpin koordinasi pencarian.


Kapolres didampingi oleh Ketua DPRD Kota Cilegon Rizki Khairul Ichwan, Kapolsek Cilegon Kompol Firman Hamid, Kabag Ops Polres Cilegon AKP Choirul Anam, Kasat Intel Polres Cilegon Iptu Riswan Wijaya, Kanit Paminal Polres Cilegon Iptu Muhamd Kurniawan, KBO Satreskrim Ipda Dwisakti, Kanit Reskrim Ipda Jefri Martahi, Kanit 2 Satintelkam Ipda Iip Malik Ibrahim, Kanit Pamapta III Ipda Gana Autisna, serta Lurah Panggung Rawi Sulelah.


Pencarian dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, BPBD, Damkar, Tagana, Basarnas, Pramuka Peduli, TNI, pemerintah daerah, serta masyarakat. Penyisiran dilakukan sepanjang aliran sungai dari Jembatan Cigiceh hingga wilayah Teratai Udik, dimulai sejak  jam 20.00 WIB hingga jam 23.15 WIB.


Namun, hingga malam hari, hasil pencarian masih nihil. Tim tidak menemukan tanda-tanda korban muncul di permukaan maupun jejak lain di sepanjang aliran sungai yang telah disisir.


Dalam proses pencarian malam hari, tim menghadapi sejumlah kendala, di antaranya cuaca, minimnya penerangan, derasnya arus sungai, serta banyaknya hambatan berupa batang pohon, tumpukan sampah, dan ranting yang terbawa arus. Meski demikian, seluruh upaya telah dimaksimalkan, termasuk penggunaan perahu karet dan metode body rafting, di mana personel langsung menyusuri aliran sungai.


Berdasarkan hasil koordinasi seluruh unsur yang terlibat, pencarian disepakati akan dilanjutkan pada hari berikutnya mulai pukul 07.00 WIB dengan pembagian tugas sebagai berikut:

Tim 1: Basarnas dan Damkar melakukan penyisiran dari Sungai Teratai hingga Laut Bojonegara.

Tim 2: BPBD melakukan penyisiran dari Bendungan RSUD hingga Sungai Teratai.

Tim 3: Tagana, TNI, Polri, serta masyarakat melakukan penyisiran dari TKP Jembatan Cigiceh hingga Bendungan RSUD.


Pencarian lanjutan akan menggunakan tiga unit perahu karet dan satu perahu fiber guna memperluas jangkauan penyisiran


"Polres Cilegon menegaskan komitmennya untuk terus mengawal proses pencarian ini secara maksimal, serta mengajak seluruh unsur terkait dan masyarakat untuk bersama-sama membantu upaya kemanusiaan tersebut, dengan harapan korban dapat segera ditemukan," tegasnya.


"Alhamdulillah pada Rabu, 21 Januari  2026,sekira jam 03.30 wib korban Liman Sule Q (41), ditemukan oleh petugas keamanan RSUD Kota Cilegon, yaitu Mustofa dan Nikmat di area kali sekitar jembatan RSUD Kota Cilegon," imbuhnya.


"Saat ditemukan, korban dalam keadaan hidup, tersangkut di pohon pisang, sambil berteriak meminta pertolongan. Selanjutnya korban dievakuasi oleh petugas keamanan bersama warga dan diangkat ke badan jalan jembatan area RSUD Kota Cilegon," katanya.


Setelah dilakukan koordinasi dengan BPBD Kota Cilegon, korban dibawa ke ruang IGD RSUD Kota Cilegon untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut. Penanganan dilakukan oleh dokter jaga Sdri. LENI bersama tim perawat.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban mengalami hipotermia dan saat ini masih menjalani perawatan di ruang IGD RSUD Kota Cilegon, didampingi oleh istri korban (Rena) dan keluarga." tutup Kapolres Cilegon.

×
Berita Terbaru Update