Cilegon, preesroom.co.id – Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Kecamatan Cilegon terus menunjukkan geliatnya. Mulai dari pengrajin makanan tradisional hingga kerajinan tangan, para pelaku usaha ini berhasil memikat pasar lokal hingga luar daerah.
Camat Cilegon, Maman Suherman, mengungkapkan bahwa potensi UMKM di wilayahnya sangat besar, khususnya di daerah Bendungan II dan Ketileng, yang memiliki sekitar 4 hingga 5 UMKM aktif.
"Ada beberapa produk unggulan yang dihasilkan antara lain kue gipang, bolu kuwuk, cipilis, serta aneka makanan khas daerah. Tak hanya makanan, warga juga mengembangkan kerajinan kasur dan bantal yang mulai merambah pasar luar daerah seperti Palembang," ungkapnya.
“Produk mereka bahkan hanya dipasarkan di satu toko, tapi langsung ludes karena kualitasnya. Sayangnya, ada kendala pada tenaga kerja dan bahan baku, terutama untuk produksi bantal yang bahannya masih harus didatangkan dari Tangerang,” ujar Maman ada Selasa, 15 Juli 2025.
Melihat potensi besar ini, Camat Cilegon berharap adanya pembinaan intensif, bantuan modal, serta dukungan pemasaran dari pemerintah daerah. Ia juga mendorong Bappeda Kota Cilegon untuk menganggarkan program khusus guna memperkuat eksistensi dan keberlanjutan UMKM di wilayahnya.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi lokal. Sudah saatnya mereka diberi panggung lebih besar melalui program pemerintah yang tepat sasaran,” tegasnya. (Mdrs)