-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Infrastruktur Jalan Rusak, Mahasiswa Kritik Kinerja Pemerintah Kabupaten Serang

Jumat, Juli 18, 2025 | Juli 18, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-07-18T11:57:57Z
Infrastruktur Jalan Rusak, Mahasiswa Kritik Kinerja Pemerintah Kabupaten Serang


Serang – Sekertaris Bidang Sosial Budaya dan Politik BEM Nusantara Banten yang mana menjabat juga sebagai ketua BEM Sekolah Tinggi Analis Kimia Cilegon menyoroti serius kondisi jalan rusak yang berada di Desa Cikedung Kecamatan Mancak Kabupaten Serang Provinsi Banten. 


Menurutnya, kerusakan jalan yang terjadi di berbagai wilayah desa Cikedung telah menghambat mobilitas warga dan berdampak negatif pada pendidikan dan perekonomian lokal.


Syafa'atul Amin, menilai bahwa pemerintah daerah belum menunjukkan kinerja yang memadai dalam menangani permasalahan infrastruktur yang krusial bagi masyarakat.


“Jalan yang seharusnya menjadi akses penghubung kini justru menjadi hambatan bagi masyarakat yang dari dulu sampai sekarang belum terselesaikan masalahnya,” ujarnya pada Jumat, 18 Juli 2025.


Ia juga menambahkan bahwa kerusakan jalan tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari warga, tetapi juga membahayakan keselamatan pengendara dan memberikan efek kesulitan untuk menempuh pendidikan.


“Banyak kecelakaan lalu lintas yang terjadi akibat kondisi jalan yang buruk. Hal ini tentu sangat merugikan masyarakat dan lebih parah nya jalan ini dapat menghambat aktivitas belajar dan mengajar di daerah tersebut,” tambahnya.


Syafaat mendesak Pemerintah Kabupaten Serang untuk segera mengambil tindakan nyata dalam memperbaiki infrastruktur jalan. “Kami berharap pemerintah daerah dapat segera merealisasikan perbaikan jalan yang telah lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Infrastruktur yang baik adalah hak setiap warga negara,” tegasnya.


Sebagai langkah konkret, Syafa'atul Amin bersama pengurus BEM Sekolah tinggi analis kimia cilegon berencana menggelar aksi damai dan melakukan pengabdian masyarakat untuk menarik perhatian pemerintah dan masyarakat terhadap isu ini. Ia berharap, melalui kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah, perbaikan jalan rusak di Kabupaten serang dapat segera direalisasikan.


Senada dengan itu, M. Fajar Berlian, selaku anggota bidang advokasi dan isu strategis BEM Nusantara Banten periode 2025–2026, juga menyampaikan kritiknya terhadap kondisi infrastruktur saat melakukan kunjungan ke daerah desa Cikedung.


"Pada kunjungan kami ke Desa Cikedung, kami menyaksikan langsung kondisi infrastruktur jalan yang sangat memprihatinkan. Jalan utama yang seharusnya menjadi akses vital bagi mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian, justru dalam kondisi rusak parah, berlubang, licin saat hujan, dan sulit dilalui kendaraan," ungkapnya.


"Kondisi ini tidak hanya menghambat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga berisiko terhadap keselamatan pengguna jalan, termasuk pelajar dan warga yang membutuhkan akses layanan kesehatan. Ini merupakan cerminan nyata dari ketimpangan pembangunan yang masih terjadi di wilayah pedesaan," jelasnya.


"Sebagai bagian dari gerakan mahasiswa yang peduli terhadap keadilan sosial dan pembangunan berkelanjutan, kami mendesak pemerintah daerah, khususnya Pemkab Serang dan instansi terkait, untuk segera melakukan langkah konkret dalam memperbaiki infrastruktur jalan di Desa Cikedung," harapnya.


Lanjut M Fajar, pembangunan yang adil harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk desa-desa yang selama ini terpinggirkan dari prioritas pembangunan.


"Kami akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari komitmen kami terhadap advokasi kebijakan yang berpihak kepada rakyat." tandasnya. (Mdrs)

×
Berita Terbaru Update