-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hadiri CSS XXII AKKOPSI 2024, Setda Kota Bukittinggi Apresiasi Kota Cilegon

5/07/2024 | 5/07/2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-05-13T06:03:06Z


Cilegon - Dalam City Sanitation Summit (CSS) XXII Akkopsi Tahun 2024 yang berlangsung gemilang di Ballroom The Royale Krakatau Hotel, Kota Cilegon, Provinsi Banten, sorotan terbesar jatuh pada Kota Cilegon yang menjadi teladan dalam pengelolaan sampah di Indonesia. Sekretaris Daerah (Setda) Kota Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, Martias Wanto, mengungkapkan apresiasi tinggi atas keberhasilan acara yang berlangsung dari tanggal 6 hingga 8 Mei 2024. 

Saat ditemui di sela-sela kegiatannya, Martias Wanto menyatakan kegiatan ini bukan hanya berdampak lokal, tetapi juga memberikan manfaat bagi semua wilayah di Indonesia. Fokus utama pembahasan adalah peningkatan kualitas sanitasi, terutama dalam konteks pengelolaan sampah.

“Kota Cilegon telah membuktikan diri sebagai pionir dalam pengelolaan sampah yang efektif. Kegiatan CSS XXII Akkopsi Tahun 2024, yang diselenggarakan dengan sukses, menjadi bukti konkret bahwa model yang diterapkan oleh Pemerintahan Kota Cilegon bisa dijadikan contoh oleh wilayah lain di Indonesia,” ujar Matias Wanto, Selasa (7 Mei 2024). 

Martias Wanto juga menyoroti potensi besar dalam pengelolaan sampah yang dilakukan oleh Kota Cilegon. Menurutnya, model yang diadopsi oleh Kota Cilegon bahkan mungkin akan membuatnya menjadi satu-satunya kota di Indonesia yang mengalami surplus sampah. Hal ini menunjukkan keseriusan Kota Cilegon dalam memerangi masalah sampah dengan langkah-langkah inovatif dan efektif.

Lebih jauh, Martias Wanto berbagi bahwa kunjungannya ke Kota Cilegon telah memberikan wawasan baru bagaimana pengelolaan sampah yang efektif dapat menghasilkan sumber energi yang bernilai ekonomis. 

“Dengan pengalaman yang saya peroleh dari kunjungan ke Kota Cilegon, saya yakin kita bisa menemukan cara-cara baru dalam mengelola sampah yang tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan, tetapi juga dapat menghasilkan pendapatan dari energi yang dihasilkan,” tambahnya. 

Martias Wanto juga menegaskan harapannya bahwa acara seperti CSS XXII Akkopsi Tahun 2024 akan terus memberikan ruang untuk pertukaran informasi yang bermanfaat bagi semua wilayah di Indonesia. Keberhasilan Kota Cilegon dalam mengelola sampah menjadi inspirasi bagi banyak wilayah di Indonesia untuk mengadopsi praktik yang sama. 

Kegiatan CSS XXII Akkopsi Tahun 2024 dihadiri oleh perwakilan dari 166 kabupaten/kota, dengan 24 wali kota dan bupati yang turut hadir secara langsung. Kota Cilegon, dengan keberhasilannya menjadi kota pertama di Indonesia yang berhasil mengubah sampah menjadi bahan bakar briket/co-firing, telah menjadikan dirinya sebagai teladan dalam pengelolaan sampah di Indonesia. (ADV)

×
Berita Terbaru Update